Blogroll

Search

Hari ini…

July 31st, 2006 by hansherald

Aduh, hari ini gimana ya?
tadi bangun terlambat. padahal udah punya rencana untuk buat program buat Bu Nia. tapi ya, gimana. td malam insomnianya kambuh. jadi aku baru bisa tidur (bener-bener tidur) jam 3.30 pagi. rencana jam 5 mau buat program untuk Bu Nia, jadi hari ini dah bisa dipake.Maaf ya Bu Nia.  His plan not mine
Sekarang aku juga lagi bingung, habis aku mau ke ISI untuk nyerahin surat pengantar, tapi males bo. kayaknya baru bisa besok. lagian aku juga belum buat surat ijin.
Aku dah upload program konversi UTM untuk GIS buat pacarku. yah dia itu memang kayaknya gak bisa ngerjain sesuatu dengan bener. mau pulang kok gak dicek yang mau dibawa si…. Tapi gak papa lah. aku jadi merasa masih diperlukan he..he..
Hari ini semoga berjalan dengan baik dan gak membosankan.
Thanks God for everything ’till today.
Amen…..

Posted in Uncategorized | No Comments »

FNLTNL : Keajaiban Kasih Karunia Tuhan

July 31st, 2006 by hansherald

           

Kategori: Kesaksian
                  Penulis : John Adisubrata
                  Tanggal : 13-06-2006
                   

BUKAN SALAH IBU MENGANDUNG

‘Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam
kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat
dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar
menyadarinya.’ (Mazmur 139:13-14)

Pernahkah
di dalam mengarungi tantangan arus kehidupan yang sering penuh
perjuangan sulit untuk dipahami oleh daya pikiran, kita mencari sesuatu
yang dapat kita kambing-hitamkan sebagai penyebab segala kegagalan dan
penderitaan yang harus kita alami? Tidak jarang tuduhan tersebut kita
lontarkan dalam bentuk gerutuan akan semua perasaan
kekurangan-kekurangan yang kita miliki, seperti tabiat, sikap, tingkah
laku, dan … yang paling sering, adalah paras dan perawakan tubuh
jasmani kita.

Seringkali kita mengingini kesempurnaan karakter, wajah, atau bentuk
tubuh sesama, dengan menangisi, yang menurut pendapat kita, merupakan
kekurangan-kekurangan yang kita miliki. Padahal, apakah sebenarnya
kekurangan-kekurangan tersebut? Kurang cantik? Kurang tampan? Kurang
mancung? Kurang tinggi? Kurang tegap? Kurang jantan? Kurang luwes?
Kurang wibawa? Kurang sabar? Kurang kaya? Kurang sehat? Bahkan: Kurang
ajar? Apakah gerutuan-gerutuan seperti itu merupakan bagian dari
berbagai-macam kekurangan-kekurangan lain yang ada di dalam daftar kita?

Marilah kita telusuri sejenak kehidupan seorang anak Tuhan dari kota
Brisbane, Australia, agar kita dapat mensyukuri SEMUA
kelebihan-kelebihan yang telah Tuhan karuniakan KHUSUS kepada kita.
Sekilas hidup pemuda yang hampir berumur 22 tahun ini pasti akan
membuat Anda terpesona mengagumi kasih Tuhan, sebab setiap umat
ciptaan-Nya harus mengambil keputusan sendiri di dalam menyadari tujuan
hidupnya sebagai alat yang sudah dipilih untuk kemuliaan Nama dan
Kerajaan Tuhan, apapun keadaannya. Sesuai dengan firman-Nya (Efesus
1:4-5; Galatia 1:15-16), tidak ada seorang pun yang kebetulan lahir,
atau hadir di dunia ini tanpa suatu tujuan yang telah ditetapkan oleh
Tuhan sebelumnya.

Namanya Nick Vujicic. Ia bermukim di salah satu ‘suburb’ kota Brisbane
yang letaknya tepat bersebelahan dengan daerah dimana kami
bertempat-tinggal. Karena itu kadang kala kami berpapasan di dalam
shopping centre(s) setempat. Pada waktu berhadapan muka dengannya, saya
selalu berusaha untuk tidak menatap matanya, bahkan berpura-pura
seolah-olah tidak melihatnya, dengan harapan, agar ia tidak merasa
sebagai pusat perhatian orang-orang. Saya tidak mengetahui latar
belakang Nick sampai pertengahan bulan Oktober 2004 yang lalu, ketika
ia diundang untuk pertama-kalinya sebagai tamu terhormat gereja kami,
untuk memberikan khotbah diselingi kesaksian hidup yang malam tersebut
dapat menyebabkan hati nurani setiap pendengarnya merasa tertegur
sekali.

Dengan ‘berdiri’ sambil ‘berjalan’ kian kemari di atas panggung
tambahan altar gereja, Nick memulai kisah perjalanan hidupnya.
Sejujurnya, kami semua mendapat kesulitan amat besar untuk menerima
kisahnya, disebabkan oleh karena bakat berkomunikasi yang dimiliki
olehnya. Sepanjang penyajiannya ia selalu memperlihatkan sikap positif
yang mengagumkan, dan karena orangnya kocak sekali, para hadirin mau
tak mau tertawa terpingkal-pingkal pada waktu mendengar dan menyaksikan
tingkah lakunya, meskipun bola-bola mata mereka terlihat lembab
digenangi oleh airmata. Terus terang saja, malam itu saya sendiri tidak
dapat memutuskan tindakan yang harus saya lakukan, apakah saya mau
menangis, atau … haruskah saya ikut tertawa dengan jemaat yang lain?

Memperhatikan wajah mudanya yang amat tampan untuk pertama-kalinya,
saya dapat melihat sinar kedewasaan di dalam Kristus yang berkilauan
terang terpancar keluar dari dalam dirinya, melalui wajah
tersenyum-simpul berlesung pipit yang dapat menyentuh dan menimbulkan
rasa haru di dalam hati. Dengan mempergunakan kefasihan bakat yang
sangat mengherankan, Nick mengingatkan kami semua, bahwa kita sebagai
umat-Nya, tidak seharusnya menggerutu atas perasaan
kekurangan-kekurangan yang kita miliki, tetapi selalu memakai segala
kenyataan kelebihan-kelebihan karunia Tuhan, untuk melaksanakan amanat
agung-Nya.

Pada masa pertumbuhannya sebagai anak seorang pendeta sebuah gereja
tradisional di Melbourne, Australia, Nick merasa bahwa doa-doanya tidak
pernah mendapat jawaban dari Tuhan. Sedari kecil ia harus tabah
menghadapi berbagai-macam tantangan, baik di sekolah maupun di
tempat-tempat umum. Saat itu ia tidak bisa mengerti, mengapa Tuhan
mengijinkan ‘hal-hal seburuk itu’ menimpa hidupnya. Ia berpikir: “Jika
Tuhan mengasihi aku, mengapa Ia membiarkan diriku menanggung
penderitaan sebesar ini?” Seringkali ia mempertanyakan keberadaan
Tuhan, terutama mengenai kebenaran kasih-Nya.

Nick lahir di kota Melbourne, pada tanggal 4 Desember 1982. Seruan:
“Puji Tuhan!” adalah kata-kata yang tidak pernah keluar dari mulut
ayah, atau keluarganya, pada saat Nick menghirup udara segar untuk
pertama-kalinya di atas ranjang rumah sakit. Umumnya, ibu-ibu yang baru
saja melahirkan selalu mempunyai keinginan untuk segera memeluk dan
mencium bayi-bayi mereka seketika itu juga. Tetapi hal itu tidak
terjadi pada saat kelahiran Nick! Penuh kekecewaan, ibunya langsung
memerintahkan para perawat rumah sakit untuk membawa Nick keluar dari
dalam kamarnya. Mereka sekeluarga amat tertegun melihat keadaannya.
Bahkan dokter-dokter di situpun terpana, tidak dapat menerangkan kepada
mereka, sebab-musabab medis kelahiran Nick yang amat berbeda dengan
kelahiran bayi-bayi lain pada umumnya.

Seluruh keluarga, dan juga jemaat gereja yang digembalakan oleh ayahnya
tidak bersukacita, tetapi malah bersedih hati atas kehadirannya di
dunia. Mereka menangis tersedu-sedu, pada waktu ayah Nick menyuruh
pamannya, pada acara ibadah di hari Minggu sesudah kelahirannya, untuk
membacakan di atas altar Yohanes 9, ayat 1 dan 2. Pamannya berusaha
untuk mengerjakan permintaan ayahnya, tetapi di balik sedu sedan jemaat
yang hadir di situ, sepatah katapun tidak dapat keluar dari dalam
mulutnya.

Seperti keluhan-keluhan Nick semenjak kecil, mereka bertanya-tanya:
“Jika Tuhan Mahakasih, mengapa Ia mengijinkan hal seperti ini terjadi,
dan justru menimpa keluarga orang-orang Kristen yang hidup penuh
pengabdian?”

Mula-mula ayah Nick memperkirakan, bahwa anaknya ini tidak akan dapat
bertahan hidup lama. Tetapi ternyata Nick membuktikan kepada mereka
semua, bahwa meskipun keadaannya seperti itu, ia adalah seorang bayi
yang sehat bagaikan bayi-bayi lain pada umumnya. Kenyataan tersebut
menyebabkan mereka menjadi bimbang dan kuatir sekali, ketika mereka
mulai memikirkan masa depan Nick. Pada saat itu tantangan terbesar bagi
iman keluarga pengikut Kristus yang setia ini adalah … meragukan
kedaulatan Tuhan di dalam setiap perkara.

Melalui waktu berbulan-bulan lamanya penuh genangan tetesan-tetesan
airmata kesedihan yang tak terlukiskan, mereka terus mempertanyakan
‘nasib’ hidup mereka kepada Tuhan. Sampai akhirnya Roh Kudus memberikan
wahyu khusus untuk menyadarkan mereka, bahwa dari awalnya Ia sudah
memperlengkapi mereka sekeluarga dengan suatu iman yang teguh,
kebijaksanaan dan keberanian di dalam menghadapi masa depan tak menentu
yang harus mereka lalui bersama-sama.

Ketika Nick memulai pendidikannya di sekolah, ia selalu berusaha untuk
‘hidup’ seperti anak-anak yang lain, meskipun dari awalnya, ia harus
menghadapi penolakan-penolakan, ejekan-ejekan, bahkan gertakan-gertakan
teman-teman sebayanya. Kasih yang murni disertai dukungan moral kedua
orang tuanya saja, yang akhirnya dapat membantu membentuk sikapnya,
sehingga ia mampu menghadapi dan memenangkan masa-masa sulit penuh
perjuangan tersebut.

Perlahan-lahan teman-teman di sekolahnya mau menerima Nick seperti apa
adanya, sebagai salah seorang pelajar yang setaraf di antara mereka.
Dan tidak lama sesudah itu, Tuhan mulai memberkatinya dengan
mengirimkan banyak sahabat-sahabat baru, yang dapat menemani dan
menghibur dia dari rasa kesepian, dan penolakan-penolakan yang pernah
diderita oleh Nick sebelumnya.

Di sekolah minggu gereja ayahnya, Nick belajar, bahwa Tuhan selalu
mengasihi dan memelihara semua orang. Tetapi pikiran kanak-kanaknya
mempertanyakan ajaran tersebut, yang menurut pendapatnya, melihat nasib
dan keadaannya sendiri, sukar untuk dapat dipercayai begitu saja.
Apalagi ayat Alkitab yang mengatakan, bahwa ia dilahirkan sesuai dengan
gambar dan rupa Allah, seperti tertera di Kitab Kejadian 1:26. Ia
mempertanyakan keseriusan dan kebenaran firman tersebut.

Nick menyadari, bahwa di antara semua teman-temannya, dirinya sendiri
yang tampak paling janggal, begitu janggal, membuat ia merasa sedih dan
putus asa sekali. Menjelang peralihan umur belasan tahun, Nick mulai
kehilangan gairah hidupnya. Benak pikirannya mendapat serangan depresi
berat yang amat menguatirkan semua anggota keluarganya. Karena merasa
dirinya benar-benar tidak berharga, terutama melihat bahwa sepanjang
hidupnya ia akan selalu menjadi beban bagi semua orang di
sekelilingnya, Nick percaya, jalan keluar yang terbaik untuk mereka
semua adalah … jika ia secepatnya pergi meninggalkan dunia yang fana
ini! Nick berhasrat untuk mengakhiri semua penderitaan tersebut, dengan
mengakhiri hidupnya dalam usia amat dini!

RANCANGAN KASIH KARUNIA

Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa,
orang itu sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”
Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan orang tuanya, tetapi karena
pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes
9:1-3)

Melalui dukungan-dukungan doa, moral dan nasihat-nasihat bijak
keluarganya, akhirnya mereka dan Nick dapat memenangkan peperangan
rohani yang sedang berlangsung di dalam benak pikiran pemuda itu.
Sekarang melihat kembali seluruh perjuangan-perjuangan di masa lalunya,
ia amat bersyukur kepada Tuhan, karena Ia telah mengaruniakan kepadanya
orang tua dan keluarga kristiani yang selalu teguh berdiri di
sampingnya, yang selalu bersedia memberikan penghiburan-penghiburan
yang dibutuhkannya, pada saat-saat kritis tersebut.

Sepanjang masa pertumbuhan Nick, Tuhan tidak pernah berhenti
mempersiapkan hatinya, serta mengajar dirinya untuk selalu berserah,
mendahulukan dan menjadikan Dia pusat kehidupannya. Salah satu dari
wahyu-wahyu yang Tuhan nyatakan kepadanya adalah sikap yang bersyukur.
Pada waktu Nick berumur 12 tahun, di suatu pagi yang tidak terlupakan,
tiba-tiba ia terbangun sambil menghitung dan menyadari berkat-berkat
yang sudah diterima olehnya. Ia teringat, keindahan pagi tersebut
membuat ia berterima kasih sekali kepada-Nya, bahwa meskipun ia
dilahirkan dalam keadaan seperti itu, ia tidak hidup dan dibesarkan di
negara-negara blok ketiga.

Ayat termasyhur, Roma 8:28, sangat menegur hatinya! Ketika Nick
membacanya, ia menyadari untuk pertama kalinya, bahwa tidak ada
sesuatupun yang dapat disebut sebagai nasib yang buruk, kemungkinan
atau kebetulan, disebabkan oleh karena hal-hal tidak berkenan yang
terjadi dalam kehidupannya. Surat Yakobus 1:3-4 mengajar Nick, bahwa
‘ujian terhadap iman menghasilkan ketekunan, dan ketekunan itu
memperoleh buah yang matang, supaya ia menjadi sempurna dan utuh dan
tak kekurangan suatu apapun.’

Damai sejahtera memenuhi hatinya pada saat ia menyadari, bahwa Tuhan
tidak akan membiarkan SESUATU terjadi pada kehidupan umat-Nya, selain
jika Ia sudah MEMPUNYAI RENCANA di dalamnya!

Pada waktu Nick mencapai usia yang ke 15, ketika ia membaca Injil
Yohanes 9, ia mendapat jamahan khusus dari Roh Kudus. Untuk pertama
kalinya Nick memutuskan untuk menyerahkan seluruh hidupnya kepada
Tuhan. Pernyataan Yesus mengenai orang yang dilahirkan buta, agar
“pekerjaan-pekerjaan Allah dapat (harus) dinyatakan di dalam dia”
merupakan suatu wahyu pribadi dari Roh Kudus yang langsung dapat
membuka mata hatinya! Nick yakin, Tuhan akan segera menyembuhkan dan
memulihkan dia, agar ia bisa menjadi saksi-Nya yang absah mengenai
kuasa-Nya yang ajaib dan luar biasa. Tetapi ia juga menerima hikmat
surgawi untuk mengerti, bahwa semua doa-doanya hanya akan dijawab
sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan oleh Tuhan saja. Dan jika
keinginannya tersebut bukan menjadi kehendak-Nya, ia yakin, bahwa Tuhan
mempunyai suatu rencana lain yang jauh lebih indah lagi baginya.

Bertentangan dengan dugaan, perkiraan dan penganalisaan semua orang
yang baru melihat dia untuk pertama kali, ternyata Nick adalah seorang
pemuda yang sangat cerdas dan berhasil dalam semua pelajaran-pelajaran
sekolahnya. Ketika ia menginjak umur 21 tahun, Nick sudah menyelesaikan
pendidikan perguruan tingginya, dan diwisuda sebagai seorang Sarjana
Ekonomi jurusan ‘Financial Planning and Accounting’.

Ia tidak langsung mencari pekerjaan atau memulai kariernya di bidang
tersebut, karena ternyata Tuhan sedang mempersiapkan suatu tugas yang
jauh lebih berguna dan mulia, yang sudah ditentukan khusus untuknya
sebelum Nick dilahirkan.

“Sebab Aku mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai
kamu, demikian firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan
rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh
harapan.” (Yeremia 29:11)

Suatu bakat yang unik mendadak tampil dari dalam diri Nick. Sebuah
bakat karunia Tuhan yang tidak pernah diduga sebelumnya, baik oleh
keluarganya, maupun oleh Nick sendiri! Sikap, tingkah laku dan
perkataan-perkataannya dengan mudah dapat mempengaruhi jiwa, membakar
semangat, dan membangkitkan rasa percaya diri orang-orang yang berada
di sekitarnya. Menyadari karunia Tuhan yang khas untuknya tersebut,
baru-baru ini Nick mengikuti pendidikan khusus di Amerika Serikat untuk
menjadi seorang ‘Motivational Speaker’, yang dapat diselesaikan olehnya
dalam waktu singkat, dengan hasil yang gemilang.

Karena semua pergumulan-pergumulan emosional yang pernah dialaminya
berkaitan dengan kasus-kasus diskriminasi, kesepian,
penolakan-penolakan dan ‘bullying’ oleh teman-teman sekolahnya, yang
hampir menghancurkan citra dirinya, dan yang menyebabkan ia kehilangan
rasa harga diri yang sehat, Tuhan menanamkan di dalam hatinya suatu
kerinduan untuk menolong, memperingati dan memberkati orang-orang lain
yang sedang dilanda krisis identitas, bahkan mereka yang sudah mengenal
Kristus.

Memakai pengalaman-pengalamannya sebagai dasar pokok pembicaraan, ia
ingin mengajar para pendengarnya untuk membiarkan kuasa Tuhan bekerja
secara mutlak di dalam hidup mereka, agar rencana-rencana-Nya dari
semula saja yang terlaksana, dan bukan membiarkan kuasa-kuasa lain yang
menentukannya. Nick ingin menjadi inspirasi bagi orang-orang lain agar
mereka dapat hidup dengan potensi yang penuh, dan tidak membiarkan
tantangan-tantangan hidup menghalangi harapan dan impian mereka. Kalau
Tuhan dapat mengubah persepsi negatif awal hidup Nick yang penuh dengan
penderitaan, menjadi hidup di dalam kemenangan-Nya, Tuhan pasti akan
melakukan hal yang sama untuk mereka!

Sekarang melalui pelayanan-pelayanan yang telah dipercayakan oleh Tuhan
kepadanya, Nick mengerti akan semua wahyu-wahyu yang sudah diterima
pada masa pertumbuhannya. Suatu pelayanan yang hanya dapat dikerjakan
oleh Nick, dipercayakan kepadanya, seperti pernyataan Tuhan Yesus
sendiri di Yohanes 9:3, bahwa pekerjaan-pekerjaan Allah harus
dinyatakan di dalam dia.

Selain memberikan penyajian, khotbah dan kesaksian hidup di
gereja-gereja, pelayanannya juga menjangkau para generasi muda di
sekolah-sekolah dasar, menengah, bahkan sekolah-sekolah tinggi di
seluruh Australia, sebagai seorang tamu pembicara untuk membangun rasa
percaya diri para pendengarnya melalui topik-topik yang dapat menantang
kehidupan mereka. Pelayanannya di sekolah-sekolah berhasil mengurangi
kasus-kasus bunuh diri yang sering terjadi di antara muda-mudi belasan
tahun negara Kangguru ini. Tidak jarang Nick mendapat undangan untuk
memberikan penyajian-penyajian yang sama di perusahaan-perusahaan besar
di sana, sebagai salah satu topik ‘training course’ untuk memacukan
taraf produksi mereka, melalui peningkatan rasa percaya diri para
pegawainya.

Setiap kesempatan yang ada di sekolah-sekolah maupun di dalam
perusahaan-perusahaan, ia memberitakan Injil kepada mereka yang belum
pernah mendengar, mengetahui, atau mengenal Tuhan Yesus Kristus. Nick
menyadari, bahwa ia tidak dapat melakukannya secara sembarangan, karena
ada beberapa negara-negara bagian di Australia, seperti Victoria, yang
mempunyai peraturan-peraturan hukum tersendiri yang melarang siapapun
juga untuk memperkenalkan (menurut mereka: memaksakan) di depan umum
agama tertentu kepada orang-orang lain yang sudah memeluk agama yang
berbeda.

Akhir-akhir ini Nick Vujicic mempunyai rencana-rencana RAKSASA bagi masa depannya.

Selain ingin menjadi seorang tamu pembicara bertaraf internasional yang
pergi mengelilingi dunia, baik memberikan penyajian untuk masyarakat
kristiani maupun tidak, ia juga mempunyai tujuan agar bisa mandiri
secara finansiil dalam usia yang ke 25, melalui investasi-investasi di
bidang ‘real estate’.

Nick juga mengharapkan, agar dalam waktu dekat ia dapat mengendarai
mobil sendiri, yang masih harus dikaryakan sesuai dengan keperluannya.

Angan-angan raksasa lainnya yang ingin sekali diraih olehnya adalah:
Menjadi seorang penulis buku-buku ‘bestseller’ yang dapat menjamah dan
mengubah kehidupan para pembacanya di seluruh dunia.

Dan ambisi termuluk Nick yang masih diimani olehnya adalah tampil di
acara televisi paling laris di Amerika Serikat: ‘Oprah Winfrey Show’,
suatu acara ‘lounge interview’ tersukses masakini. Ia ingin sekali
diwawancarai secara pribadi oleh Oprah Winfrey, bintang layar perak
yang amat dikenal di seluruh dunia. Nick berharap, agar ia dapat
membagikan firman Tuhan melalui kesaksian hidupnya ditonton oleh
berjuta-juta pemirsa, bukan hanya di negara itu saja, tetapi juga di
seluruh dunia.

HIDUP TANPA BATAS-BATAS

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13)

Secara fakta ambisi-ambisi Nick tampak terlalu muluk, amat sulit untuk
dapat diraih begitu saja oleh seorang seperti dia, yang mempunyai
banyak rintangan-rintangan jasmani. Tetapi sekarang, semenjak Tuhan
menyatakan diri-Nya dalam hidup Nick, ia mempunyai iman dan pandangan
yang amat berbeda, yang positif sekali. Ia yakin semuanya akan dapat
dicapai olehnya, karena Tuhan sendiri yang akan memungkinkan hal-hal
tersebut terjadi.

Pertama-tama hasrat untuk menjadi seorang tamu pembicara dan
‘Motivational Speaker’ bertaraf antarbangsa sudah mulai dipenuhi oleh
Tuhan. Awal tahun 2005 ia sudah mendapat undangan untuk memberikan
penyajian-penyajian di Afrika Selatan, yang disusul oleh kunjungan
‘tour’ ke kota-kota di Amerika Serikat sepanjang pertengahan tahun
2005, untuk berkhotbah sambil membagikan kesaksian dan pengalaman
hidupnya. Puncak dari perjalanan tersebut adalah undangan yang sudah
diterima olehnya dari program radio kristiani di sana: ‘Focus on the
Family’ untuk mengisi acara wawancara dengan Dr James Dobson, pemuka
Kristen yang amat dikagumi dan dihormati olehnya. Menurut Nick,
undangan Dr James Dobson adalah salah satu ‘highlight’ dari
perjalanannya mengelilingi kota-kota di benua yang besar tersebut.

Angan-angan raksasa lainnya juga sudah mulai dikabulkan oleh Tuhan.
Sekarang Nick sudah memiliki rumah sendiri di kota Brisbane, dan sedang
memulai investasinya untuk membeli ‘property’ yang kedua.

Tuhan tidak hanya mengungkapkan dan memberikan apa yang diharapkannya,
tetapi hal-hal lain yang tidak terduga oleh Nick sebelumnya juga
dikaruniakan kepadanya. Banyak orang-orang yang dikirimkan oleh Tuhan
untuk membantu melaksanakan ‘purpose’ kehidupan yang harus dicapai Nick
untuk kemuliaan Nama-Nya.

Selain website http://www.lifewithoutlimbs.org/ sudah dikaryakan dan
didedikasikan khusus untuknya oleh orang-orang utusan Tuhan, sebuah DVD
berjudul ‘Life Without Limbs’ (Hidup Tanpa Anggota-Anggota Tubuh) juga
sudah diproduksi, dan beredar di pasaran kristiani Australia awal tahun
ini. Dalam waktu yang amat singkat DVD tersebut terjual laris di
mana-mana, di toko-toko buku Kristen di seluruh Australia.

DVD yang mengandung penyajian-penyajian: ‘About Nick’ (Tentang Nick)
dan ‘Nick’s Testimony’ (Kesaksian Nick) telah diproduksi secara
profesional, dan isinya yang sangat mengharukan, akan membuat mata
setiap penonton menjadi lembab, bahkan basah, dari awal sampai akhir.
‘About Nick’ memperkenalkan keadaan hidupnya yang luar biasa, dimana ia
berusaha sehari-hari melaluinya senormal mungkin, tanpa bantuan
siapapun juga, dari menyisir rambut, menggosok gigi, sampai terjun ke
kolam renang rumahnya. Sedangkan ‘Nick’s Testimony’ memperlihatkan
khotbah yang diberikan olehnya di kota kembang Toowoomba, Australia,
sebuah kota yang terletak kira-kira 125 kilometer di sebelah barat kota
Brisbane.

Sebuah lagu dengan judul: ‘In Christ Alone’ juga telah diciptakan
khusus untuk Nick Vujicic, dan DVD-nya. Nada dan syair lagu yang indah
tersebut ditulis oleh pena-pena grup pemusik kristiani tenar berkaliber
internasional: ‘Newsboys’, yang berasal dari kota New Castle di
Australia. Lagu ‘In Christ Alone’ tersebut juga sudah direkam di dalam
album laris mereka sendiri, yang berjudul: ‘Adoration’.

Keinginannya untuk menjadi seorang pengarang buku yang berhasil juga
sudah hampir dipenuhi oleh Tuhan. Buku karyanya yang pertama, berjudul
‘No Arms, No Legs, No Worries!’ (Tanpa Tangan, Tanpa Kaki, Tanpa
Kekuatiran!) sedang berada dalam taraf ‘editing’ terakhir, dan akan
diterbitkan dalam waktu dekat.

Nick mengatakan, bahwa jalan hidupnya menjadi berubah secara drastis
sekali semenjak ia menyadari, bahwa di balik semua penderitaan yang
harus diawali dan dilalui olehnya, ia mempunyai masa depan yang indah
di dalam Kristus.

Tetapi walaupun ia sudah dibebaskan oleh kasih karunia Tuhan, Nick
masih mempunyai satu keprihatinan saja. Ia merasa sedih mengingat,
bahwa ia … tidak akan pernah bisa bergandengan tangan dengan (calon)
isterinya, seperti laki-laki yang lain. Bahkan kelak, ia juga … tidak
akan pernah mempunyai kesempatan untuk dapat memeluk anak-anaknya, pada
saat mereka memerlukan hiburan, atau konfirmasi tentang cinta kasihnya
kepada mereka. Karena … Nick Vujicic dilahirkan hanya dengan kepala dan
badannya saja! Ia tidak memiliki anggota-anggota tubuh lain yang
diperlukan bagi keseimbangan jasmaninya.

Kendatipun demikian Nick bersyukur, bahwa Tuhan mengijinkannya untuk
memiliki ‘sepotong’ kaki kiri kecil yang tidak berkembang secara
lengkap. Kaki tak sempurna itu sangat membantu Nick pada saat ia ingin
menulis di atas kertas dengan penanya, atau pada saat ia harus
mengangkat gagang telpon untuk menjawabnya. Bahkan ia dapat
mempergunakan jempol kakinya untuk mengetik tuts-tuts ‘keyboard’
komputer! Kaki kiri kecil tersebut sangat membantunya untuk berdiri dan
berjalan menggunakan pinggulnya.

Malam tersebut Nick sempat menceriterakan suatu kejadian mengharukan,
yang dialaminya baru-baru ini, yang sangat menyentuh hati kami semua.

Setelah memberikan penyajian pada suatu acara Kebaktian Kebangunan
Rohani untuk kaum muda-mudi di kota Toowoomba bulan April 2004 yang
lalu, seorang pria bernama Russell, datang menghampirinya. Ia memeluk
Nick, dan mengatakan sebuah nubuatan yang tidak akan pernah terlupakan
olehnya. Suatu pesan dari Tuhan, melalui pria tersebut, khusus untuk
Nick! Suatu pesan yang sangat mengharukan hatinya!

Russell berkata: “Nick, aku mengetahui, betapa beratnya salib yang
harus engkau pikul sebagai seorang yang sama sekali tidak memiliki
anggota-anggota tubuh. Tetapi Nick, perhatikanlah tangan kiri Yesus
yang sudah dipakukan di atas kayu salib. Kemudian perhatikanlah tangan
kanan-Nya, yang juga sudah dipakukan di sana. Dan setelah itu …
pandanglah kedua kaki-Nya yang lengkap dan sempurna, yang mengalami
kekejaman yang sama. Semua itu harus dilalui oleh Tuhan Yesus Kristus
untuk menebus dosa-dosamu, … sebagai penggantimu! Karena engkau
dilahirkan tanpa memiliki anggota-anggota tubuh tersebut, maka
tangan-tangan dan kaki-kakimu tidak ikut terpaku di sana. Karena itu
engkau dan tubuhmu dapat bergerak bebas untuk melakukan PELAYANAN TANPA
BATAS-BATAS bagi-Nya, yaitu untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia
mewakili Tuhan kita, Yesus Kristus.”

Nubuatan itu sekarang sudah terjadi dan akan digenapi keseluruhannya.
Pelayanan Nick Vujicic yang bernama: ‘From No Limbs To No Limits’
(FNLTNL) sedang berkembang cepat dan akan melanda dunia, karena
pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia!

Paul Colman, pelopor grup pemusik Kristen ternama di dunia, ‘Paul
Colman Trio’ (PC3), yang juga berasal dari kota Toowoomba, pernah
tampil melayani bersama-sama dengan Nick.

Paul menulis beberapa kalimat sanjungan untuk menghargai pelayanan
hamba Tuhan ini, yang diterakan di sampul belakang DVD ‘Life Without
Limbs’: “Jika ukuran kemampuan seseorang terletak di dalam hati dan
rohnya, maka sesungguhnya Nick Vujicic adalah seorang yang berkaliber
raksasa. Ia ulat, menarik perhatian, memikat hati dan mempesonakan.
Tentu saja semuanya itu disebabkan oleh karena Roh Yesus dari Nazaret
yang berdiam di dalam dirinya. Wajah Nick bercahaya amat terang
bagaikan sinar lampu sebuah mercu suar. Tanpa meragukan, walaupun harus
menempuh perjalanan yang jauh, saya akan pergi menghadiri penyajian
Nick. Dengan senang hati saya akan selalu bersedia membagi panggung
untuk bekerja sama dengan Nick Vujicic. Saya sangat menghargai
pelayanannya.”

Saya mengaminkan pernyataan Paul Colman ini!

Kalau Nick yang dilahirkan tanpa memiliki anggota-anggota tubuh lengkap
bisa dipakai oleh Tuhan dengan dahsyat, apalagi kita yang diciptakan
‘begitu’ sempurna, ‘sesuai dengan rupa dan gambar Allah’. (Kejadian
1:26) Memang benar, setiap umat ciptaan Tuhan harus mengambil keputusan
sendiri di dalam menyadari tujuan hidupnya sebagai alat yang sudah
dipilih untuk kemuliaan Nama dan Kerajaan-Nya, apapun keadaannya, sebab
tidak ada seorang pun yang kebetulan lahir, atau hadir di dunia ini
tanpa suatu tujuan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan sebelumnya.

Melalui penyajian Nick malam tersebut, kami belajar, bahwa bukan
keindahan dan kesempurnaan tubuh (tampak luar) yang menggambarkan
kondisi roh dan jiwa kita, tetapi keindahan dan kesempurnaan Dia yang
‘berdiam’ di dalam hati kita saja, yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang akan
terpancar ke luar dari dalam diri yang menyebabkan kita ‘sesuai dengan
rupa dan gambar Allah’!

Semoga teguran Nick ini akan selalu membekas di dalam hati kita: “Semua
umat ciptaan-Nya tidak seharusnya menggerutu atas perasaan
kekurangan-kekurangan yang mereka miliki, tetapi selalu memakai segala
kenyataan kelebihan-kelebihan karunia Tuhan, untuk melaksanakan amanat
agung-Nya.” Haleluya!

Saya yakin sekali, bahwa tidak lama lagi kita semua akan melihat, dan
mendengarkan Nick Vujicic memberitakan Injil melalui acara wawancara
televisi paling populer di dunia saat ini, ‘Oprah Winfrey Show’, yang
pasti akan mempengaruhi kehidupan berjuta-juta pemirsa di dunia.

Sekarang saya sedang berdoa untuk Nick! Terpujilah Nama Tuhan, karena besar kasih-Nya!

Amin!

Sumber: John Adisubrata

Posted in Religion | No Comments »

BANYAK MENERIMA

July 31st, 2006 by hansherald

Bacaan Setahun : Mazmur 57-59; Roma 4
Nats : Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, akan banyak dituntut dari dirinya, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, akan lebih banyak lagi dituntut dari dirinya (Lukas 12:48)

Bacaan : Lukas 12:41-48

Jeff, seorang pemuda berusia 20 tahun di komunitas kami, telah mendapatkan sesuatu yang lebih dari yang seharusnya ia terima. Ia pernah menjatuhkan batu dengan sengaja dari atas jembatan layang sehingga jatuh mengenai kaca depan mobil yang sedang dikendarai Vickie Prantle. Batu itu menyobek wajah Vickie, membuat mata kanannya keluar, merusak gigi-giginya, sehingga wanita itu perlu menjalani serangkaian panjang pembedahan yang menyakitkan.

Jeff mengira Vickie dendam padanya. Akan tetapi, bahkan ketika ia menunggu kedatangan paramedis, Vickie berdoa agar Tuhan mengampuni pelaku kejahatan itu.

Lalu, wanita itu meminta kepada hakim untuk memberikan kesempatan kedua kepada Jeff, dan pemuda ini divonis untuk mengikuti program rehabilitasi anak nakal selama 90 hari. "Ia memberi hadiah kepada saya," kata Jeff, "dan saya akan memanfaatkan pemberian itu sebaik-baiknya. Saya sangat bersyukur bahwa ia seorang kristiani. Kalau tidak, saya pasti masih mendekam di penjara."

Bila kemudian pemuda bermasalah itu beriman kepada Yesus Kristus, ia akan sangat berterima kasih kepada Vickie atas hadiah yang diterimanya. Namun jika tidak, kesalahannya akan bertambah pada hari penghakiman terakhir. Yesus berkata, "Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, akan banyak dituntut dari dirinya" (Lukas 12:48). Jeff telah diberi banyak. Demikian juga Anda dan saya. Kita yang telah mengenal Kristus sudah menerima sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu keselamatan dan pengampunan dari Yesus.

Apa yang akan Anda lakukan dengan hadiah kasih karunia-Nya? -HVL

KASIH KARUNIA ADALAH BERKAT CUMA-CUMA

YANG DIBERIKAN ALLAH KEPADA ORANG YANG TAK LAYAK MENERIMANYA

Tuhan memberkati Anda sekalian

Posted in Religion | No Comments »

« Previous Entries