September 14th, 2006 by hansherald
Haiii ...Mengurus anak bukan hal yang mudah ya, Bu Nia ....
MENGURUS ANAK=============
Seorang anak kecil berkata kepada ayahnya, "Pap, aku sedih karenaMami tidak tahu bagaimana mengurus anak."
"Kenapa kamu bilang begitu?" tanya ayahnya keheranan.
"Ya...karena mami selalu menyuruh saya tidur malam hari saat sayabelum mengantuk dan membangunkan saya pagi hari saat saya masihmengantuk."
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "Anak yang bijak menggembirakan ayahnya, tetapi orang yang bebal menghina ibunya." (Amsal 15:20) < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Amsal+15:20 >~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Sumber: Kiriman Nia R. <niar(at)>
Posted in Uncategorized | No Comments »
September 14th, 2006 by hansherald
Halooo,
Anak sama bapak kok lain sih … ????
ANAK KONGLOMERAT
================
Seorang konglomerat mengajak dua anaknya jalan-jalan. Si anak lalu
mengajak ayahnya untuk makan di sebuah restoran Jepang. Mereka
mengambil baki masing-masing dan mulai memesan makanan.
Anak pertama menghampiri kasir, mengeluarkan uang Rp 50.000,00
kemudian pergi tanpa minta kembalian. Kemudian anak kedua juga
melakukan hal yang sama, membayar dengan Rp 50.000,00 tanpa meminta
uang kembalian.
Lalu giliran sang konglomerat yang bertanya berapa harga makanan yang
ia pesan. Ternyata Rp 9.000,00. Si konglomerat mengeluarkan uang
Rp 10.000,00 dan menunggu kembaliannya.
Merasa heran, si kasir bertanya, "Bukankah Anda bapak dari kedua anak
itu. Mereka masing-masing memberi uang Rp 50.000,00 tanpa minta
kembalian."
"Yaaahh … mereka kan anak konglomerat, sedangkan saya kan anak
petani …," kata si konglomerat kalem.
———————————————————————
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa
supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya
dalam nama-Nya;" (Yohanes 1:12)
< http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Yoh+1:12 >
———————————————————————
Sumber: Indo-com
Posted in Uncategorized | No Comments »
September 14th, 2006 by hansherald
BERDOALAH
Bacaan : Kisah Para Rasul 12:5-17
Ketika saya masih menjadi pendeta, saya sering mengunjungi para
penghuni panti wreda. Dari berbagai kunjungan yang saya lakukan, saya
tidak akan pernah melupakan perjumpaan saya dengan seorang wanita
tua. Ia buta dan telah terbaring di tempat tidur selama tujuh tahun,
namun ia masih tampak manis dan berseri-seri. Pada suatu hari, ia
menceritakan mimpinya. Dalam mimpinya, ia seolah-olah berada di taman
yang indah. Di sana terhampar rumput yang hijau seperti permadani dan
aroma bunga memenuhi udara.
Ia kemudian berlutut karena terpana oleh pemandangan itu. Saat
pikirannya terbawa ke suasana surga, ia merasa bahwa ia perlu
mendoakan pendetanya, mendoakan saya, dan mendoakan orang lain.
Ketika terbangun, ia menemukan dirinya masih tergolek di tempat tidur
rumah sakit. Sambil tersenyum, ia berkata, "Pak Pendeta, awalnya saya
memang agak kecewa. Tetapi, rasanya mimpi itu seperti nyata. Tempat
tidur tua ini telah menjadi taman doa selama tujuh tahun!" Doa telah
menjadikan ruangannya sebuah tempat kudus untuk menjalani saat teduh
dan menikmati berkat.
Doa juga membuat suatu perbedaan ketika Petrus sedang berada di dalam
penjara (Kisah Para Rasul 12). Berdoa tidak selalu mudah, karena doa
syafaat yang sejati memerlukan kedisiplinan. Banyak di antara kita
terbiasa mengucapkan kata-kata indah tanpa benar-benar berdoa. Akan
tetapi, Allah kerap kali membuat kita berlutut melalui tekanan
keadaan, di mana kita sungguh-sungguh mencari "TUHAN dan
kekuasaan-Nya; mencari wajah-Nya selalu" (1Tawarikh 16:11) -HVL
ALLAH DAN DOA BERJALAN BERIRINGAN
Posted in Religion | No Comments »